Thursday, December 29, 2016

(Dorama) Pin To Kona




Japanese: ぴんとこな
Director: Hayato Kawai, Daisuke Yamamuro, Shingo Okamoto
Network: TBS
Episodes: 10
Release Date: July 18 - September 19, 2013
Manga adaptation by Shimako Ako

Casts:
Yuta Tamamori as Kyonosuke Kawamura
Yuma Nakayama as Hiroki / Ichiya Sawayama
Umika Kawashima as Chiba Ayame

Online streaming/ Download: KissAsian, Dramacool
,
Setelah menonton Ikemen Desu Ne alias He’s Beautiful versi JDorama, saya jadi pengen liat wajah Yuta Tamamori lagi hihihi… Meski sebenarnya aktingnya biasa saja, tapi melihat video fanmade untuk dorama Pin To Kona ini, saya jadi kepo. It’s about KABUKI!!!

Kyonosuke Kawamura adalah calon penerus keluarga Kawamura dalam tradisi Kabuki. Sejarah dari generasi ke generasi telah lahir dari keluarga ini. Tidak heran, ayahnya, Zesaemon Kawamura, berharap banyak pada anak laki-laki satu-satunya ini. Sayangnya, si Kyonosuke ini adalah anak SMA bengal yang ogah-ogahan meneruskan cita-cita bapaknya. Sebagai anak elite penerus Kijimaya house, ia dengan gampangnya mendapatkan pemeran utama, meski ketika tampil, banyak pihak yang kecewa. Tapi tidak bagi gadis-gadis pemuja Kyonosuke ini. Kelar satu penampilan, di luar ia sudah ditunggu deretan gadis-gadis dengan jeritan kekaguman. Padahal, sebenarnya, bagi mereka yang mengetahui seluk beluk karakter-karakter Kabuki, penampilan Kyonosuke yang tampil di drama Mirror Spirit itu adalah sampah.


 Kyonosuke sedang berlatih dalam lakon Mirror Spirit

Penampilan panggung Mirror Spirit oleh Kyonosuke

Salah satu gadis yang berada di luar gadis pemuja Kyonosuke tiba-tiba mengatai-ngatainya bahwa penampilannya itu sampah. Dia juga dengan enteng membanting si anak elit ini di hadapan deretan gadis pemujanya. Melihat baju yang dipakai si gadis, Kyonosuke tau bahwa si gadis galak ini adalah teman sekolahnya.


 Chiba Ayame

Di sekolah mereka bertemu dan masih saja mereka membahas penampilan buruk Kyonosuke yang sudah membuat Ayame Chiba, si gadis, merasa sia-sia menabung demi melihat kisah drama impiannya. Kisah flashback sekilas menunjukkan Ayame kecil sudah begitu terobsesi dengan Kabuki. Bersama temannya sekelas, seseorang yang ia panggil Hiro-kun, mereka menampilkan drama Kabuki di sekolahnya, dengan kisah Mirror Spirit. Hiro-kun ini adalah cinta pertama Ayame yang membuatnya tetap mencintai Kabuki hingga 10 tahun kemudian. Janji mereka berdua saat itu adalah ketika Hiro-kun menjadi actor Kabuki nomor satu, ia akan datang menjemput Ayame (Jadi ingat janji Moritaka Mashiro pada Azuki Miho di serial manga Bakuman).

 Puppy love turned out to be mature love

Sementara itu, Hiro-kun dengan kecintaannya pada Kabuki, tumbuh besar dan tinggal di rumah satu keluarga keturunan penerus Kabuki juga, keluarga Sawayama. Keluarga ini hanya memiliki anak perempuan Yuna Sawayama, yang tidak mungkin akan mewarisi Todoroki house. Yup, dari sejarah beratus tahun ternyata Kabuki ini sangat patriarki. Hanya laki-laki yang boleh berperan disana. Bahkan peran perempuannya dimainkan oleh para pria. Ichiya digadang-gadang bakal menjadi actor Kabuki nomor satu jika saja ia cukup beruntung mendapatkan peran penting di drama Kabuki. Sayangnya, keberuntungan belum mengarah padanya meski ia mati-matian berlatih siang malam, hingga meninggalkan bangku sekolah demi satu peran di Kabuki. Alih-alih jatuh padanya, peran penting selalu jatuh Kyonosuke, si anak bengal keluarga Kawamura.

 Ichiya Sawayama

Dari sini, konflik seputar Kabuki dimulai. Kekhawatiran keluarga Kawamura pada si anak tunggal sering kali dianggap sepele oleh Kyonosuke. Ia bahkan dengan sombongnya mengatakan bahwa ayahnya boleh memberikan rumah Kabuki itu pada orang lain. Sifat slengeannya ini berubah drastic setelah ia mengenal Ayame lebih dekat. Ayame, si gadis miskin hidup di rumah sederhana yang sering kali bocor ini membuat mata Kyonosuke terbuka akan tanggung jawabnya pada Kabuki. Ia bertekad meneruskan tradisi keluarga Kawamura demi cintanya pada Ayame. Sayang, cinta Ayame sudah mengakar pada teman masa kecilnya yang akhirnya ia temui sedang berlatih Kabuki di rumah Kyonosuke, Ichiya Sawamura. Selain itu, dunia Kabuki yang keras juga dapat porsi yang cukup banyak. Pemilihan pemain di sebuah lakon ditentukan oleh para tetua senior di Kabuki. Itulah mengapa, pergeseran pemain muda dengan nama baru yang tidak populer sangat lambat. Tak heran, nama Kyonosuke cukup melejit meski ia masih muda, semata karena nama besar si bapak di dunia Kabuki, meski dengan akting yang payah. Segala upaya dilakukan demi mendapat peran penting, bahkan hanya mengucapkan satu-dua kalimat sudah sangat lumayan bagi aktor baru. Bisa dimaklumi perasaan Ichiya terhadap Kyonosuke yang tidak serius di dunia panggung ini, dibanding dirinya yang hidup matinya demi Kabuki, demi cinta masa kecilnya, Ayame.

Komentar (Awas spoiler)



Meski saya tidak membaca versi manganya, tapi aaya sangaaaaaat menikmati episode-episode awal dorama ini. Seperti biasa, episode pertama dorama selalu memakan waktu lebih dari episode sesudahnya. Kali ini, Pin to Kona memakan waktu hingga 1 jam 45 menit! Saking menikmatinya, saya sampai berharap semoga episode ini berakhir dengan satu drama Kabuki lengkap hahaha… Dan harapan saya terkabul… Yeaay… Saya sangat surprised dengan begitu rumitnya tradisi ini, dan terutama susahnya menari Kabuki. Postur berdiri, menekuk tangan dan kaki, hingga kepala nengok kanan kiri. Belum lagi make up tebal yang bisa saja menyamarkan ekspresi wajah si actor. Bagaimana mungkin para penonton ini mengetahui ekspresi sedih dari pemain jika make up setebal itu? Itu di episode pertama. Beberapa episode sesudahnya, saya masih cukup menikmati dorama ini yang masih konsisten menampilkan drama Kabuki. Ada beberapa penampilan lain yang ditunjukkan Kyonosuke yang akhirnya berduet dengan Ichiya. Kereeen sekali… Tapi…

Ichiya as Okaru (female), Kyonosuke as Kanpei (male). They are lovers :))
Sayangnya di episode berikutnya, kalo tidak salah mulai episode 5 hingga 9, tema utama Kabuki berubah menjadi kisah cinta segitiga atau lebih ya? Kyonosuke cinta Ayame, Ayame cinta Ichiya, Yuna, si anak tunggal manja keluarga Sawamura cinta Ichiya. Ichiya? Dia masih setia dengan cinta 10 tahunnya itu… Sugooii… Harusnya mereka bisa bersama dong. Tapi ternyata tidak semudah itu. Ada banyak batu sandungan disana sini hingga keputusan terakhir ada di tangan Ayame untuk menentukan siapa yang akan ia pilih. Topik andalan dari banyak dorama atau Kdrama juga mampir disini, yaitu hidup sendiri itu ngga enak. Hmmmm... emang sih. Ayame hidup sendiri di apartemen murahnya, hingga Kyonosuke hadir dalam hidupnya. Kyonosuke, meski hidup bagai pangeran di rumahnya, tapi perhatian ayahnya hanya semata untuk kebesaran nama Kabuki, hingga ia merasa tersingkir tanpa perhatian. Ichiya, meski hidup di tengah keluarga Sawamura, dengan cinta mati-matian dari sang putri keluarga, merasa dirinya bagai debu di dunia Kabuki yang didominasi nama-nama besar dari keluarga keturunan penerus Kabuki.

Saya juga mulai sebal ketika ayah Ayame yang selama ini hilang, meninggalkan gadis malang tanpa biaya hidup itu muncul. Apa-apaan sih? Konflik keluarga yang ga perlu, apalagi ternyata munculnya si ayah ini emang benar-benar ngga penting… Haadeehhh… untung kemunculannya ngga berpanjang-panjang, cukup satu episode saja. Ini yang saya suka dari dorama. Konflik kelar secepat ia muncul hahaha… Tapi saya berharap, paling tidak akan ada satu lagi performance Kabuki antara Kyonosuke-Ichiya lagi di penghujung dorama, ternyata… hiks…. Tapi penampilan total Kyonosuke di lakon Mirror Spirit terbayar di akhir penampilan. Bravo, Kyo-chan!

Dari segi penampilan sendiri, Yuta sebagai Kyonosuke Kawamura sedikit mengingatkan saya pada Ren Katsuragi di Ikemen Desu Ne minus make up artisnya yang bikin ilfil hahaha… Tapi melihat postur tubuhnya ketika berlatih Kabuki sungguh suatu latihan yang tidak main-main. Adegan ketika ia melempar kipas dengan tangan terikat tongkat untuk lakon samurai mabuk, bisa dibayangkan berapa kali ia harus berlatih :D . Wajah sedihnya ketika cintanya bertepuk sebelah tangan kurang begitu meyakinkan sih, tapi lumayan lah… saya malah justru menunggu cengiran tololnya yang beberapa kali muncul dan gelengan kepala sombongnya mwahahaha…. Kawaiii…

Yuma Nakayama sebagai Ichiya Sawamura baru saya lihat di dorama ini. Sebelumnya saya belum pernah melihatnya di dorama manapun, meski dengan peran kecil sekalipun. Saya juga menikmati postur tubuhnya ketika berlatih Kabuki, apalagi ia selalu mendapat peran wanita. Lenggok tubuh dan tangannya gemulai ditambah suara falsetto cewek. Geli sih lihatnya, tapi keren juga. Apalagi ketika ia sudah berdandan menjadi wanita. Posternya di dorama ini saya kira adalah Kyonosuke dan Ayame, ternyata itu Ichiya… Wooohhh…. Aktingnya sih standar meski kadang saya merasa kasihan juga melihat posisi perannya yang membuatnya menekuk wajah sepanjang sebagian besar dorama. Ichiya tersenyum nyaris bisa dihitung dengan jari hahaha… Tapi selama menonton dorama ini, dan juga banyak dorama lainnya, saya sering memperhatikan make up artisnya. Fyi, duluuu saya ini sempat maniak dengan KDrama. Ketika membandingkan make up artisnya, memang beda jauuhh… Make up artis di dorama tidak terlalu tebal, hingga terlihat wajah si artis yang ternyata jerawatan atau bahkan terlihat sedikit lipatan di area mata. OK, saya memang kurang kerjaan memperhatikan hal beginian hahaha… Nah, si Yuma ternyata banyak jeraat besarnya! Mwahahaha… Bisa jadi model produk jerawat nih, untuk pengalaman befire and after treatment hihihi…

Untuk pemeran ceweknya, Umika Kawashima yang berperan sebagai Ayame Chiba, juga tidak terlalu brilian. Mungkin juga perannya terlalu mainstream. Gadis miskin pekerja keras yang baik hati dan tidak sombong :D . Tapi semiskin-miskinnya, agak aneh juga ketika ia tak memiliki gaun atau baju cukup layak untuk menonton Kabuki selain seragam sekolahnya. Honto? Seriously? Ada satu adegan ketika ia memasak kue kering untuk Kyonosuke menggunakan oven listrik yang (menurut saya pasti) mahal. Kalo ia mampu membeli microwave atau oven listrik, kenapa ia ngga mampu beli baju bagus minimal satu lembar saja, alih-alih selalu memakai seragam sekolah? Hmmmm…. Well, mungkin itu adalah fasilitas dari rumah/ apartemen murah yang ia sewa plus telpon rumahnya. Mari berpikir sederhana saja :D

Overall, dorama Pin To Kona ini cukup menghibur kok, apalagi buat penggemar Yuta Tamamori. Cukup banyak adegan ia telanjang dada dan berkimono. Banyak juga cowok cakep lainnya yang berkimono. Hahaha… sedikit sesat rekomendasi saya ini ya…

Fanmade video yang membuat saya tertarik nonton Pin To Kona :)

 

Rating cerita ***^
Rating acting pemain ***

No comments:

Post a Comment